Secara etimologis sekretaris berasal dari kata ""secretaries" dalam bahasa Belanda, atau kata “secret” dalam bahasa Inggris, dan kata “secretum” dalam bahasa latin yang berarti rahasia. Sekretaris dalam menjalankan tugasnya di kantor / perusahaan harus bisa menjaga rahasia kantor dan rahasia para pemimpin mereka. Sekretaris adalah asisten pemimpin. Tugas sekretaris tidak hanya melibatkan pekerjaan rahasia tetapi mencakup pengumpulan, pemrosesan, penggandaan, mengirim, menyimpan, memelihara dan menghancurkan bahan informasi / dokumen kantor, serta pekerjaan manajerial, termasuk: perencanaan, pengorganisasian, penggerak dan pengendalian (Risnawati, 2013).
- Memimpin unit kerja (sekretariat) / pimpinan instansi / sekretariat perusahaan
- Memiliki kewenangan untuk ikut serta dalam pembuatan kebijakan (policy)
- Membantu dalam menjalankan fungsi manajemen (POAC) yaitu berpartisipasi membuat rencana organisasi, membuat keputusan, membuat arahan, mengkoordinasikan pelayanan dan administrasi, serta melaksanakan pengawasan dan peningkatan organisasi
- Bertanggung jawab langsung kepada pimpinan puncak
- Memberikan kemudahan dan kelancaran kepemimpinan dalam bekerja dengan mengatur waktu secara efektif dan efisien.
- Menyampaikan berbagai informasi dari pimpinan kepada staf karyawan dengan jelas dan akurat.
- Mendorong kelancaran arus kerja di kantor.
- Memberikan ide atau masukan positif untuk perkembangan perusahaan.
- Manajemen keuangan dan sumber daya
- Menciptakan suasana yang kondusif sehingga dapat menunjang kelancaran pekerjaan para karyawan
- Memberikan dukungan penuh untuk segala bentuk penciptaan budaya kerja yang positif
- Membantu menciptakan kelompok informal yang positif di lingkungan internal perusahaan
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di kantor dengan mengelola bawahan di tempat kerja
- 1. Sebagai pusat informasi. Sekretaris menjalankan fungsi strategisnya dalam organisasi dengan memberikan pengaruh positif terhadap status dan kinerja perusahaan melalui arus informasi yang lancar baik internal maupun eksternal.
- Sebagai penunjang kinerja. Melalui peran teknisnya, sekretaris harus mampu mendukung kinerja pimpinan dengan menyalurkan informasi yang jelas dan akurat sebagaimana bahan untuk pengambilan keputusan.
- Sebagai pendukung. Sekretaris memberi pengaruh positif bagi anggota lainnya organisasi dengan mendistribusikan informasi secara cepat dan tepat sasaran.
- Sebagai duta besar. Sekretaris sebagai perwakilan perusahaan, dengan kata lain seorang sekretaris identik dengan perusahaan, sehingga setiap penampilan dan sikap pasti tercermin profesional perusahaan.
- Sebagai gerbang utama. Peran sekretaris dikatakan sebagai gerbang utama karena salah satu Fungsi sekretaris adalah sebagai resepsionis sebelum rapat pimpinan.
- Sebagai ibu rumah tangga perusahaan. Sekretaris harus mampu menaungi perusahaan dan memberi contoh yang baik dalam mengelola kantornya. Misalnya: membuat ruang kepemimpinan terasa nyaman sehingga tamu, relasi, karyawan, dan pemimpin di perusahaan betah.
- Sebagai PR. Sekretaris memahami bagaimana menangani siapa pun yang bukan dari sifat dan karakter yang sama, serta dapat memposisikan dirinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, untuk pencapaian tujuan perusahaan.
- Sebagai faktor pendukung keberhasilan kerja dan refleksi kepemimpinan bagi bawahan.
- Sebagai perantara komunikasi dan hubungan baik bagi orang yang mau berurusan dengan kepemimpinan.
- Sebagai sumber informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas dan tugas tanggung jawab.
- Sebagai pemikiran alternatif dan kepemimpinan dalam gagasan.
- Takut pada Tuhan Yang Maha Esa
- Memiliki akhlak, etika dan kepribadian yang baik dalam menyelesaikan tugasnya
- Berperan dalam mewujudkan etika dan kepribadian yang baik sebagai warga negara yang bangga dan mencintai negara dan mendukung perdamaian dunia
- Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
- Menghormati keragaman budaya, pandangan, kepercayaan dan agama serta orang lain opini / temuan asli
- Menjunjung tinggi supremasi hukum dan memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan luas komunitas pertama
- Menginternalisasikan etika profesi sekretaris agar dapat menjalankan tugasnya sebagai a sekretaris secara profesional, bertanggung jawab, tidak memanfaatkan profesinya, dan mampu mencegah penggunaan profesinya untuk tujuan di luar lingkup pekerjaannya
- Menjunjung tinggi sikap dedikasi yang tinggi
- Disiplin dan loyalitas kepada perusahaan serta menjunjung tinggi rahasia perusahaan
- Memiliki sikap yang mudah dan pandai bersosialisasi dan berbicara dengan sopan
- Memiliki sikap pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya
- Sekretaris SMP (sekretaris tingkat II KKNI) : Bertanggung jawab atas pekerjaan kesekretariatan sesuai ruang lingkup pekerjaan dan dapat diberikan tanggung jawab atas kualitas pekerjaan kolega, kolega baru, atau magang.
- Sekretaris senior (sekretaris level III KKNI): Bertanggung jawab atas pekerjaan dan dapat diberi tanggung jawab atas pekerjaan junior sekretaris atau sekretaris magang, termasuk: Selesaikan pekerjaan kesekretariatan rutin, dan tugas-tugas insidental dari pimpinan, Menjaga kerahasiaan pekerjaan, informasi, data dan penting dokumen.
























